(16 Oktober 2015) Air bersih sebagai salah satu kebutuhan pokok  masyarakat Kota Bontang, penyediaannya baik saat ini maupun sebelumnya tidak dipungkiri masih merupakan salah satu permasalahan yang menuntut perhatian serius  Pemerintah Kota Bontang. Pada awal Kota Bontang terbentuk sebagai daerah otonom, bagi sebagian besar masyarakat Kota Bontang yang bermukim di luar wilayah komplek perumahan PT.Badak NGL  dan PT.Pupuk Kaltim, belum seluruhnya dapat menikmati pelayanan air bersih. Saat itu jangankan berharap mendapatkan aliran air bersih setiap hari, untuk mendapatkan sambungan rumah (SR) saja masih jauh dari harapan, karena kondisi pelayanan air bersih yang diselenggarakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih sangat minim.

Untuk memenuhi  kebutuhan air bersih sehari-hari, masyarakat di Kota Bontang memperoleh air dari berbagai sumber baik dengan menggunakan sistem perpipaan maupun sistem non perpipaan.

Sarana air bersih perpipaan diperoleh dari PDAM dan non PDAM yang dikelola oleh 7 perusahaan air swasta yang beroperasi di beberapa wilayah antara lain di Loktuan, Tanjung Laut, Bontang Baru, Berbas Tengah, dan Berbas Pantai. Sedangkan penduduk Kota Bontang yang bermukim didalam komplek PT.Pupuk Kaltim dan PT. Badak LNG , kebutuhan air bersih disediakan oleh perusahaan masing-masing. Adapun sistem air minum non perpipaan menggunakan sumur gali, penangkap air hujan serta dari mobil tangki. Penggunaan penangkap air hujan sebagai sumber air bersih terutama dilakukan oleh masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan dimana sistem air bersih perpipaan atau sistem lain tidak memungkinkan.

Sejalan hal tersebut, dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, Pemerintah Kota telah melakukan berbagai upaya antara lain membangun Deep Well (sumur dalam) baru untuk penyediaan air baku dan water  treatment plant (WTP) untuk pengolahan air bersih yang tersebar diberbagai lokasi serta pembangunan jaringan distribusi air bersih. Namun demikian seiring pesatnya perkembangan Kota Bontang, upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab harapan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bontang akan air bersih baik dari segi kualitas, kuantitas maupun kontinuitas.

Melihat kenyataan seperti ini, mendorong Adi Darma dan Isro Umarghani yang mencalonkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bontang periode 2011-2016 menjadikan pemenuhan kebutuhan air bersih disamping listrik sebagai salah satu program dari enam program unggulan lainnya sebagai program Pro-Rakyat yang meliputi Peningkatan Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan. Bantuan 50 juta/RT (Prolita), Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup dan Komitmen Bersama.

Sebagaimana harapan seluruh masyarakat Kota Bontang serta janji Adi Darma dan Isro Umarghani, maka sebagai Walikota dan Wakil Walikota terpilih untuk periode 2011-2016, sejak awal pelaksanaan Pemerintahan, keduanya fokus berupaya meningkatkan pelayanan air bersih selain pelayanan listrik yang sangat dibutuhkan namun masih jauh dari harapan masyarakat.

Berbagai  langkah strategis dilakukan untuk satu tujuan yakni bagaimana agar kebutuhan masyarakat akan air bersih dapat segera terpenuhi. Pembenahan manajemen  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman menjadi priorotas pertama dengan maksud untuk meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik daerah tersebut agar lebih efektif dan efisien sehingga perannya dapat lebih optimal dalam penyediaan air bersih di daerah ini. Selanjutnya Pemerintah Kota melalui PDAM Tirta Taman melakukan optimalisasi seluruh fasilitas pendukung yang tersebar di beberapa wilayah Kota Bontang, yang meliputi deep well (sumur dalam), water treatment plan (WTP) serta jaringan distribusi, sehingga produksi  air bersih baik dari segi kuantitas maupun kualitas dapat ditingkatkan mendekati kapasitas terpasang. Dan secara bersamaan mendorong PDAM Tirta Taman melakukan percepatan untuk mengoperasikan WTP Kanaan yang telah dibangun sebelumnya guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Kanaan dan sekitarnya.

Langkah strategis lain yang ditempuh adalah bersama-sama dengan DPRD Kota Bontang menyusun Peraturan Daerah Kota Bontang mengenai Penyertaan Modal pada PDAM Tirta Taman serta menyepakati beberapa program/kegiatan strategis yang dilaksanakan oleh SKPD  teknis untuk percepatan pemenuhan kebutuhan air di Kota Bontang.

Disamping upaya tersebut, dilakukan pula langkah strategis lainnya yaitu mengupayakan dana dari APBD I, Bantuan Keuangan dan APBN  untuk pembiayaan program percepatan pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Bontang.

Melalui program/kegiatan strategis baik yang dilaksanakan oleh PDAM Tirta Taman maupun yang dilaksanakan oleh SKPD teknis dalam rangka percepatan pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Bontang.

Selama tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 telah terbangun Deep Well (sumur dalam) sebanyak 15 unit dengan kapasitas terpasang sebesar 540 l/det, Water Treatment Plan (WTP) sebanyak 10 unit dengan total kapasitas terpasang sebesar 470 l/det. Sedangkan jaringan pipa air bersih selama tahun 2011-2015 terbangun sepanjang 506,856 m yang terdiri dari jaringan Transmisi sepanjang 19.029 m, jaringan Distribusi sepanjang 112.510 m dan jaringan Tersier sepanjang 375.137 m.

Berdasarkan data Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kota Bontang, jumlah pelanggan pada akhir tahun2010 tercatat sebanyak 12.146 SR, jumlah pelanggan tersebut sampai dengan Semester I tahun 2015 mengalami pertambahan sebanyak 8.413 SR, sehingga total pelanggan menjadi sebanyak 20.400 SR.

Dalam Rangka pemerataan pelayanan air bersih, pemerintah Kota melalui PDAM Tirta Taman terus berupaya memperluas cakupan layanannya tidah hanya terbatas kepada kelompok masyarakat mampu, akan tetapi dilakukan pula layanan sambungan air bersih kepada kelompok masyarakat tidak mampu atau miskin di Kota Bontang, melalui program pemasangan sambungan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berupa program hibah air minum dari AusAid serta program penyertaan modal Pemerintah Kota Bontang. Layanan sambung air bersih dari program hibah AusAid dalam pelaksanannya diberikan bantuan penuh sedangkan pelaksanaan dari program  penyertaan modal Pemerintah Kota Bontang, bantuan yang diberikan ada dua tipe yakni Tipe 1 layanan sambungan air bersih dengan bantuan 50% dan bantuan 100%.

Melalui pelaksanaan program dimaksud selama tahun 2013-2015 telah terpasang sebanyak 1887 SR untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Bontang.

Saat ini satu-satunya sumber air baku yang dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Taman berasal dari sumur air tanah dalam, mengingat sumber air baku permukaan yang terdapat di Kota Bontang kapasitasnya relatif kecil dan belum dapat dimanfaatkan. Namun demikian untuk pemenuhan kebutuhan air jangka panjang, Pemerintah Kota Bontang telah melakukan kajian dan perencanaan pembangunan “Estuary Dam” dan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai sumber air baku PDAM Tirta Taman sebesar 200 l/det.  Disamping upaya tersebut, Pemerintah Kota Bontang telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk membangun Bendungan Pengendali (Bendali) Suka Rakhmat di Kabupaten Kutai Timur selain sebagai pengendali banjir di Kota Bontang, bendali tersebut sekaligus dimaksudkan untuk penyediaan sumber air baku permukaan untuk penyediaan air bersih di Kota Bontang. Sampai dengan saat ini telah dilakukan kajian, perencanaan dan sertifikasi Bendali, dan diharapkan dalam 2 tahun kedepan dilaksanakan pembangunan fisiknya.

Mengingat pentingnya ketersediaan air bersih di Kota Bontang, Pemerintah Kota Bontang telah merancang Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Minum (RISPAM). RISPAM ini adalah bentuk review terhadap pelaksanaan atas perencanaan  yang sudah ada sebelumnya yakni Master Plan Air Minum – yang dibuat pada tahun 2009, dan dengan RISPAM Kota Bontang diharapkan dapat menjadi  acuan dalam tahap rencana pengembangan SPAM jangka panjang (2014-2034) di wilayah Kota Bontang sehingga cakupan pelayanan air bersih/air minum dapar segera dipenuhi baik dari sisi kualitas, kuantitas maupun kontinuitas. Sehingga pembangunan dibidang air minum yang terintegrasi dan berkesinambungan bisa segera tercapai.

                                                                                                                                                        

Sumber Data : Diolah dari PDAM Tirta Taman Kota Bontang

Air Mengalir Penuhi Harapan dan Janji