(Jogjakarta, 4 Agustus 2015) - Sejumlah 39 pejabat pengawas Kota Bontang mengikuti kegiatan pengukuran kompetensi di Balai Pengukuran Kompetensi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DIY, Jogjakarta. Pengukuran kompetensi yang lebih dikenal dengan assessment tersebut bertujuan untuk mengakuisisi data pegawai dalam rangka pemenuhan bank data pegawai berbasis kompetensi. Hasil assessment berlaku selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang dengan melakukan uji kompetensi kembali.

Pada kegiatan tersebut, Wakil Walikota Bontang, H. Isro Umarghani yang pada saat bersamaan menghadiri acara di Universitas Gadjah Mada, menyempatkan hadir untuk memberi dukungan kepada pegawai yang mengikuti assesement. Assessment berjalan lancar dengan tiap pegawai mengikuti setiap sesi yang telah dijadwalkan oleh assessor dari BKD DIY.

Sebelumnya, di ruang rapat BKD Bontang, pada hari Jumat, 31 Juli 2015, pegawai yang akan mengikuti assessment dan diklat PIM diberikan arahan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah. Hj. Siti Ngaisah, SH, M.Si sebagai bekal sebelum mengikuti kegiatan dimaksud. Pengarahan tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi kepada pejabat pengawas agar mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Proses assessment berlangsung selama 3 (tiga) hari. Hari pertama pada tanggal 4 Agustus 2015 berisi ujian tulis dan wawancara, hari kedua dilaksanakan wawancara lanjutan dan hari ketiga dijadwalkan untuk pelaksanaan focus group discussion (FGD). Keseluruhan sesi kegiatan tersebut akan menghasilkan output berupa nilai kompetensi masing-masing pegawai. Sebagaimana dituturkan oleh Ikhwan Agus, M.Si selaku Kepala Bidang Pengembangan Diklat, nilai tersebut akan dijadikan acuan bagi pimpinan untuk pengembangan karir dan penempatan aparatur sipil negara.

(Tim PPID Kota Bontang)

BKD Bontang Gandeng BKD Provinsi DIY Selenggarakan Assessment Pejabat Pengawas