BONTANG – Pembangunan di Kelurahan Bontang Lestari terus dikebut Pemkot Bontang. Tahun ini, Pemkot akan fokus untuk pembebasan lahan bandara. Selain itu, Pemkot juga berencana membangun sirkuit permanen.

Wakil Walikota Bontan Isro Umargahni mengatakan, Pemkot tidak hanya fokus melakukan pembangunan di wilayah Kota. Akan tetapi, Pemkot Bontang juga terus melakukan pengembangan pembangunan di kawasan Bontang Lestari.

Beberapa pembangunan yang sudah direncanakan, seperti power plant, bandar udara, pembangunan sarana road race, dan beberapa investor luar juga sudah melirik kawasan industri yang sudah disiapkan Pemkot Bontang di wilayah tersebut.

“Untuk kegiatan road race yang biasa digunakan untuk Kejurda disamping Kantor Wali Kota kedepan akan diganti menjadi arena yang permanen. pemerintah akan menyediakan 18 hektar lahan untuk kegiatan arena road race di Bontang Lestari. Bahkan lahan sudah dibebaskan 12 hektar dan kini sudah dalam tahap pematangan lahan atau land clearing,” tutur Isro.

Sementara untuk rencana pembangunan bandara di daerah Nyerakat Kiri Kelurahan Bontang Lestari, Wawali Isro Umarghani juga menjelaskan bahwa pemerintah Kota Bontang pada Tahun 2015 ini fokus untuk pembebasan lahan.

“Warga di Kelurahan Bontang Lestari patut bangga dan bersyukur karena pembangunan di daerah ini berjalan sangat cepat. Oleh karenanya pemerintah tentu berharap supaya masyarakat terus mendukung pemerintah agar seluruh program yang akan dilaksanakan bisa berjalan baik dan sukses,” tutupnya.

Seperti diketahui, Rencana Pemkot Bontang mempercepat pembangunan bandara perintis di Kelurahan Bontang Lestari, berjalan mulus. Pasalnya, tiga dokumen yang menjadi syarat utama memulai pra konstruksi pembangunan bandara sudah berhasil dirampungkan oleh Pemkot. Ke-3 dokumen tersebut yakni kajian Keselematan Kawasan Operasi Penerbangan (KKOP), Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Rencana Teknis Terinci (RTT) atau yang biasa disebut Detail Engineering Design (DED). Saat ini tinggal proses pembebasan lahan saja sebelum pembangunan bisa dimulai.

Sebelumnya, dua perusahaan besar masing-masing dari kelompok Bakrie Group dan MNC Group dikabarkan berminat menanamkan investasi untuk pembangunan bandar udara perintis di Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang.

Beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang, Maksi Dwiyanto di Bontang mengatakan dua perusahaan itu memang menyatakan minatnya, tetapi hingga kini masih belum ada kepastian.

Pembangunan bandara perintis yang rencananya memiliki panjang landasan pacu 1.200 meter, diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp300 miliar.
"Sampai saat ini belum ada 'deal' apapun dengan investor, semua masih dalam proses. Lihat saja nanti perkembangannya," kata Maksi beberapa waktu lalu.

Ia menepis anggapan bahwa para investor enggan menanamkan modalnya untuk proyek itu, karena ketiadaan infrastruktur pendukung, seperti pasokan listrik, air bersih dan akses jalan.

Maksi menjelaskan, dalam rencana pembangunan bandara perintis itu digunakan skema investasi dengan melibatkan pihak ketiga. Akan tetapi, belum dipastikan apakah skema investasi itu termasuk ada kewajiban calon investor membangun infrastruktur pendukungnya.

"Nanti dilihat sejauh mana peran dan tanggung jawab masing-masing (pemkot dan investor). Setelah itu baru bisa melakukan pembangunan," jelasnya.
Sekadar informasi, dalam ulasan laman mncfinance.com disebutkan bahwa kelompok bisnis MNC Group melalui anak usahanya PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk bersiap memasuki bisnis pembangunan bandara.

Kabarnya, perusahaan tersebut juga melakukan pembicaraan intensif dengan Pemkot Bontang terkait pembangunan bandara perintis di Kelurahan Bontang Lestari. (hd/hms)

Sumber : bontangpost.co.id

Fokus Pembebasan Lahan Bandara