(Bontang, 6 Agustus 2015) - Monitoring harga dan stok elpiji 3 kilogram (kg) kembali digelar oleh Pemerintah Kota Bontang pasca Hari Raya Idul Fitri pada hari Senin 27 Juli 2015 kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bagian Ekonomi & Sosial Sekretaris Daerah Kota Bontang bersama-sama dengan Bagian Humas Sekertaris Daerah, Dinas Perindagkop & UMKM, Kantor Pemberdayaan Masyarakat, serta Satpol PP.

Selain mendatangi kedua agen elpiji 3 kg di Kota Bontang, tim monitoring juga mendatangi sejumlah pangkalan serta beberapa pedagang eceran. Setelah Lebaran Idul Fitri, stok elpiji 3 kg masih terpantau aman, jika pun terjadi kelangkaan tidak dalam jangka waktu yang lama, yakni hanya 2-3 hari saja. Hal ini diakibatkan karena pengiriman elpiji 3 kg hanya dilakukan pada hari kerja, yang berarti sabtu dan minggu tidak ada pengiriman.

Setelah memantau stok, tim pun mendata dan mengevaluasi harga elpiji 3 kg mulai dari tingkat agen hingga pengecer. Tim monitoring menemukan kenaikan harga berkisar Rp 2.000 hingga Rp 7.000 di tingkat pengecer dan pangkalan. Hal ini dapat merugikan masyarakat, mengingat Pemerintah sesungguhnya telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg ke masyarakat, yakni sebesar Rp 18.000.

Namun, beberapa pengecer menyebutkan bahwa mereka harus membayar Rp 18.000 ketika mengambil elpiji 3 kg dari agen. Padahal seharusnya, harga yang dilepas agen hanya sebesar Rp 15.000 saja sehingga diharapkan pengecer masih tetap bisa menjual sesuai dengan HET. Selain itu, pengecer pun menyanggah dengan alasan jika penambahan harga tersebut merupakan penambahan dari ongkos antar dan ongkos pasang elpiji 3 kg.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bapak Rachmat selaku Kepala Sub Bagian Ekonomi Sekertaris Daerah Kota Bontang yang memimpin kegiatan ini menjelaskan bahwa tim akan segera mengundang agen, pangkalan, serta beberapa pedagang eceran untuk duduk bersama membahas masalah harga elpiji 3 kg yang dijual melampaui HET ini. Pemerintah berharap baik agen, pangkalan, maupun pengecer dapat bekerja sama menjaga stabilisasi harga elpiji 3 kg dengan menjual sesuai dengan HET yang telah ditentukan. Sehingga kita semua berharap tidak ada lagi pihak yang dirugikan, terutama masyarakat miskin selaku penerima subsidi.

(Disperindagkop Kota Bontang - PDN)
 

Monitoring Elpiji 3 kg Pasca Lebaran