BONTANG – 2 pekan menjelang hari raya, banyak makanan ataupun bahan makanan yang rawan masa kedaluwarsa. Hal ini perlu diantisipasi sebelum beredar luas hingga ke tangan konsumen. Oleh karenanya Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) melaksanakan kegiatan pengawasan peredaran pangan di pasar tradisional dan toko modern di Bontang. Selain bertujuan untuk melindungi konsumen, juga sebagai sosialisasi kepada pedagang agar rutin memonitoring masa berlaku barang dagangannya.

“Sejauh ini, masih ditemukan beberapa produk makanan yang sudah kedaluwarsa namun masih dijajakan untuk dijual, baik di pasar tradisional maupun di toko modern,” Jelas Doddy Rosdian, Kasi Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindagkop Bontang disela-sela pengawasan.

Dikatakan dia, mengapa pengawasan ini dilakukan karena ternyata masih banyak para pedagang yang belum peduli soal masa berlaku makanan atau bahan pokok. Alasannya pun disebabkan karena ketidak tahuan dan tidak adanya pengecekan expired (tanggal kedaluwarsa). Adapun beberapa jenis makanan atau bahan makanan yang sudah kedaluwarsa hasil pengawasan yakni susu bayi (bebelac 3) di salah satu toko modern di jalan H.M Ardan sebanyak 18 pak, roti dengan merek yang sama di 2 toko modern di jalan Bhayangkara dengan jumlah 1 keranjang belanjaan, beberapa kopi kemasan sachet, makanan kaleng kornet sapi dan kornet ayam sebanyak 8 kaleng, kemasan rusak seperti susu kental manis kaleng, sarden kaleng, minuman kotakan kemasan penyok dan susu kaleng dengan kemasan kotor. Termasuk aneka cemilan yang tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa.

“Untuk makanan kedaluwarsa, seharusnya penjual aktif mengecek, jangan sampai ada konsumen yang dirugikan, sehingga dilarang dipajang lagi di toko,” tegasnya.

Sedangkan, untuk dipasar tradisional, lanjut dia, kebanyakan bahan makanan palsu seperti pewarna makanan yang tanpa pemeriksaan BPOM. Ada juga makanan mie instan cup dan kue-kue yang sudah habis masa berlakunya.

Atas banyaknya penemuan ini, Doddy mengimbau agar masyarakat sebagai konsumen lebih jeli dalam membeli satu produk makanan. Jangan sampai membeli makanan yang sudah kedaluwarsa ataupun bahan kue yang tidak layak digunakan. Penjual pun diharapkan dapat memonitoring barang dagangannya agar cepat mengganti atau meretur barang yang sudah kadaluarsa ataupun kemasan rusak.

“Pengawasan peredaran pangan ini kami lakukan rutin setiap tahun dan bisa hingga 3 kali kegiatan, kebetulan ini moment mendekati hari raya, makanan kedaluarsa tentu sangat rawan apalagi jika sudah dibuat parcel, untuk itu konsumen pun diharapkan lebih pintar dan jeli dalam memilik makanan dan jenis bahan makanan,” ungkapnya.

Kegiatan pengawasan pun diikuti oleh perwakilan BPOM Kaltim, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Pertanian, bagian Ekonomi dari Pemerintah kota (pemkot), dan Satpol PP Bontang. Kegiatan dilakukan menyisir pasar tradisional diantaranya Pasar Rawa Indah Sementara, Pasar Citra Mas Loktuan, dan Pasar Taman Telihan. Dilanjutkan menyisir seluruh toko modern di Kota Taman.(*/mga)

Sumber : bontangpost.co.id

Waspada, Makanan Kadaluwarsa Beredar di Bontang